Bagi importir yang sering membeli barang dari China, istilah CBM mungkin sudah tidak asing. Namun, bagi pemula, CBM sering menjadi salah satu bagian yang membingungkan ketika ingin menghitung biaya pengiriman. CBM berkaitan erat dengan volume barang. Semakin besar ukuran barang yang dikirim, semakin besar pula volume yang perlu diperhitungkan, terutama ketika menggunakan layanan cargo melalui jalur laut.
Kesalahan menghitung volume dapat membuat estimasi biaya pengiriman menjadi tidak sesuai. Karena itu, sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar, importir sebaiknya memahami cara menghitung CBM dengan benar.
Artikel ini akan membahas pengertian CBM, rumusnya, contoh perhitungan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirim barang dari China ke Indonesia.
Apa Itu CBM?
CBM merupakan singkatan dari Cubic Meter, atau meter kubik dalam bahasa Indonesia.
Satuan ini digunakan untuk mengukur volume suatu barang berdasarkan tiga ukuran utama:
- Panjang
- Lebar
- Tinggi
Ketiga ukuran tersebut kemudian dikalikan untuk mendapatkan volume dalam satuan meter kubik.
Sederhananya, CBM digunakan untuk mengetahui seberapa besar ruang yang dibutuhkan suatu barang dalam pengiriman.
Misalnya, sebuah kardus memiliki panjang 1 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter.
Maka volumenya:
1 × 1 × 1 = 1 CBM
Artinya, kardus tersebut memiliki volume sebesar 1 meter kubik.
Dalam praktik cargo, ukuran seperti ini penting karena kapasitas pengiriman tidak hanya ditentukan oleh berat barang, tetapi juga ruang yang digunakan.
Mengapa CBM Penting dalam Cargo China?
Memahami CBM sangat penting bagi importir, terutama yang menggunakan sea cargo. Misalnya Anda membeli barang dari China dalam jumlah cukup banyak. Produk tersebut mungkin memiliki berat yang tidak terlalu tinggi, tetapi ukurannya besar. Jika hanya memperkirakan biaya berdasarkan berat, hasil perhitungan bisa meleset jauh. Karena itu, WX Cargo menggunakan informasi berat dan volume sebagai bagian dari pertimbangan dalam pengelolaan pengiriman sesuai ketentuan layanan yang digunakan.
Dengan mengetahui perkiraan CBM sejak awal, importir dapat:
- Memperkirakan kebutuhan ruang.
- Membandingkan pilihan pengiriman.
- Mengestimasi biaya.
- Menentukan jumlah barang yang akan dibeli.
- Menghindari kesalahan dalam menghitung modal.
Perhitungan tersebut juga bisa membantu ketika Anda sedang menentukan apakah sebuah produk masih menguntungkan untuk diimpor.
Rumus Menghitung CBM
Rumus dasar untuk menghitung CBM sangat sederhana. Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Semua ukuran harus dikonversikan ke meter terlebih dahulu. Jika ukuran kardus diberikan dalam centimeter, gunakan rumus:
Angka 1.000.000 berasal dari konversi 1 meter kubik = 1.000.000 cm³.
Contoh Menghitung CBM Satu Kardus
Misalnya Anda membeli produk dari supplier China dengan ukuran kardus:
- Panjang: 100 cm
- Lebar: 50 cm
- Tinggi: 40 cm
Maka:
100 × 50 × 40 = 200.000 cm³
Kemudian:
200.000 ÷ 1.000.000 = 0,2 CBM
Jadi, satu kardus tersebut memiliki volume sekitar 0,2 CBM. Angka ini bisa digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan kebutuhan ruang dalam pengiriman.
Bagaimana Jika Ada Banyak Kardus?
Ini adalah kondisi yang lebih umum dalam bisnis impor.
Misalnya Anda memiliki 10 kardus dengan ukuran yang sama:
- Panjang: 100 cm
- Lebar: 50 cm
- Tinggi: 40 cm
Satu kardus:
0,2 CBM
Maka 10 kardus:
0,2 × 10 = 2 CBM
Jadi, total volume barang adalah sekitar 2 CBM. Perhitungan seperti ini sangat membantu ketika Anda ingin memperkirakan kapasitas pengiriman sebelum barang berangkat dari China.
Bagaimana Jika Ukuran Kardus Berbeda?
Tidak semua barang memiliki ukuran kardus yang sama.
Misalnya:
Kardus A
- 100 × 50 × 40 cm
- 0,2 CBM
- 5 kardus
Total:
0,2 × 5 = 1 CBM
Kardus B
- 80 × 40 × 30 cm
Perhitungannya:
80 × 40 × 30 ÷ 1.000.000 = 0,096 CBM
Jika ada 5 kardus:
0,096 × 5 = 0,48 CBM
Maka total volume seluruh barang:
1 + 0,48 = 1,48 CBM
Dengan cara ini, Anda dapat menghitung volume barang meskipun memiliki ukuran kemasan yang berbeda-beda.
CBM dan Berat Barang Itu Berbeda
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan importir pemula adalah menganggap berat dan volume merupakan hal yang sama, padahal keduanya berbeda. Berat menunjukkan seberapa berat barang dalam kilogram, sementara CBM menunjukkan seberapa besar ruang yang dibutuhkan barang dalam meter kubik.
Contohnya, Anda memiliki produk berupa bantal. Bantal mungkin memiliki berat yang relatif ringan, tetapi ukurannya cukup besar. Akibatnya, volume yang dibutuhkan bisa cukup besar meskipun berat aktualnya tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, produk seperti komponen logam mungkin memiliki volume kecil tetapi beratnya sangat tinggi. Karena karakteristik setiap barang berbeda, perhitungan biaya pengiriman juga tidak bisa hanya melihat satu faktor.
Mengapa Barang Ringan Bisa Tetap Mahal Dikirim?
Bayangkan Anda membeli 100 buah boneka, total beratnya mungkin hanya 40 kg. Namun, karena boneka memiliki ukuran besar dan tidak bisa dipadatkan terlalu banyak, volume keseluruhannya bisa cukup tinggi. Jika pengiriman menggunakan sistem yang memperhitungkan volume, biaya tidak otomatis menjadi murah hanya karena berat barang rendah.
Hal serupa bisa terjadi pada produk seperti:
- Bantal
- Boneka
- Tas besar
- Dekorasi
- Furniture
- Kemasan kosong
- Produk berbahan foam
Karena itu, sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar, tanyakan kepada supplier mengenai ukuran packing setelah barang siap dikirim, bukan hanya ukuran produknya.
Jangan Hanya Menghitung Ukuran Produk
Ini bagian yang cukup penting, ukuran produk dan ukuran kardus belum tentu sama.
Misalnya produk memiliki ukuran:
40 × 30 × 20 cm
Namun setelah dimasukkan ke kardus dan diberi perlindungan, ukuran akhirnya menjadi:
45 × 35 × 25 cm
Maka yang lebih relevan untuk perhitungan volume pengiriman adalah ukuran kemasan akhir, bukan hanya ukuran produk. Karena itu, sebelum mengirim barang, mintalah supplier memberikan informasi mengenai ukuran kardus atau packing final. Jika barang masuk ke gudang WX Cargo, informasi tersebut juga dapat membantu proses persiapan dan perencanaan pengiriman.
Kenapa Importir Perlu Mengetahui CBM Sebelum Checkout?
Mengetahui CBM sebelum membeli barang dapat membantu Anda menghitung landed cost dengan lebih realistis. Misalnya, Anda menemukan produk yang harga belinya sangat murah di China.
Harga produk hanya Rp20.000 per unit. Sekilas terlihat sangat menguntungkan. Namun, jika produk tersebut berukuran besar, biaya pengirimannya dapat meningkatkan modal per unit secara signifikan. Akibatnya, produk yang terlihat murah di awal belum tentu memberikan margin keuntungan yang besar setelah semua biaya diperhitungkan. Dengan mengetahui estimasi volume sejak awal, Anda dapat membuat keputusan pembelian yang lebih rasional.
Cara Menghitung Total CBM Barang
Dalam praktiknya, importir jarang hanya mengirim satu kardus. Biasanya ada beberapa karton dengan ukuran berbeda. Karena itu, setiap ukuran perlu dihitung terlebih dahulu sebelum dijumlahkan.
Misalnya Anda memiliki:
Kardus A
- 80 × 50 × 40 cm
- Jumlah: 10 kardus
Kardus B
- 60 × 40 × 30 cm
- Jumlah: 5 kardus
Kardus A:
80 × 50 × 40 ÷ 1.000.000 = 0,16 CBM
Karena ada 10 kardus:
0,16 × 10 = 1,6 CBM
Kardus B:
60 × 40 × 30 ÷ 1.000.000 = 0,072 CBM
Karena ada 5 kardus:
0,072 × 5 = 0,36 CBM
Jadi total volume:
1,6 + 0,36 = 1,96 CBM
Artinya, keseluruhan barang memiliki estimasi volume sekitar 1,96 CBM. Perhitungan seperti ini dapat membantu Anda memperkirakan kebutuhan ruang sebelum barang dikirim melalui layanan WX Cargo.
Apakah CBM Menentukan Biaya Cargo?
CBM dapat menjadi salah satu faktor penting dalam pengiriman melalui laut, tetapi CBM bukan berarti otomatis sama dengan biaya cargo.
Tarif pengiriman dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti:
- Jenis barang
- Volume
- Berat
- Asal pengiriman
- Tujuan pengiriman
- Jalur yang digunakan
- Jenis layanan
- Ketentuan tarif forwarder
Karena itu, jangan menghitung biaya hanya dengan mengalikan CBM dengan angka tarif yang Anda temukan di internet. Sebaiknya tanyakan langsung kepada penyedia layanan mengenai tarif yang berlaku untuk barang dan tujuan Anda. Untuk layanan WX Cargo, importir dapat memberikan informasi mengenai jenis barang, ukuran, jumlah, berat, dan tujuan pengiriman untuk mendapatkan estimasi yang lebih sesuai.
CBM untuk Sea Cargo
CBM sangat sering digunakan ketika membahas sea cargo karena pengiriman melalui laut berkaitan erat dengan ruang yang tersedia. Misalnya Anda mempunyai barang dengan volume sekitar 2 CBM. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan pengiriman dan membandingkan pilihan layanan yang tersedia.
Bagi importir yang belum memenuhi volume besar, pengiriman LCL (Less than Container Load) dapat menjadi salah satu pilihan karena barang tidak harus memenuhi satu kontainer penuh. Sementara itu, FCL (Full Container Load) lebih berkaitan dengan penggunaan satu kontainer secara penuh. Pemilihan antara LCL dan FCL perlu disesuaikan dengan volume barang, kebutuhan bisnis, biaya, serta karakteristik pengiriman.
Jangan Salah Mengukur Kardus
Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat memengaruhi hasil perhitungan.
Contohnya, Anda mencatat ukuran:
50 × 40 × 30 cm
Padahal ukuran aktual setelah packing adalah:
52 × 42 × 32 cm
Perbedaan beberapa centimeter memang terlihat kecil. Namun, jika jumlah kardus mencapai puluhan atau ratusan, selisih volumenya bisa menjadi cukup besar. Karena itu, sebaiknya gunakan ukuran aktual kemasan setelah packing. Jika supplier belum memberikan ukuran final, jangan membuat estimasi terlalu optimistis. Tanyakan kembali kepada supplier mengenai ukuran kardus, jumlah karton, berat per karton, dan total volume jika tersedia.
Berat Aktual dan Volume Perlu Dicek Bersamaan
Selain CBM, jangan lupa memperhatikan berat.
Misalnya terdapat dua jenis barang:
Barang A
- Berat: 100 kg
- Volume: 1 CBM
Barang B
- Berat: 30 kg
- Volume: 3 CBM
Barang A lebih berat, tetapi Barang B membutuhkan ruang lebih besar.
Karena karakteristik keduanya berbeda, biaya pengiriman tidak dapat diperkirakan hanya berdasarkan salah satu angka. WX Cargo dapat membantu importir menentukan informasi pengiriman yang diperlukan berdasarkan jenis barang dan layanan yang dipilih. Dengan mengetahui berat sekaligus volume, estimasi biaya dan kebutuhan logistik dapat dibuat lebih realistis.
Cara Mendapatkan Data CBM dari Supplier China
Jika Anda membeli barang dari 1688, Taobao, Alibaba, atau supplier secara langsung, jangan hanya bertanya tentang harga produk. Mintalah informasi packing secara lengkap.
Beberapa informasi yang sebaiknya ditanyakan:
- Ukuran satu kardus
- Jumlah produk dalam satu kardus
- Jumlah total kardus
- Berat kotor per kardus
- Berat bersih per kardus
- Total berat
- Ukuran setelah packing
Contohnya, Anda bisa meminta supplier memberikan informasi seperti:
Carton size: 60 × 40 × 50 cm
Quantity: 10 cartons
Gross weight: 15 kg/carton
Dari data tersebut, Anda sudah bisa menghitung estimasi volume.
60 × 40 × 50 ÷ 1.000.000 = 0,12 CBM per kardus
Jika terdapat 10 kardus:
0,12 × 10 = 1,2 CBM
Data seperti ini akan jauh lebih berguna daripada hanya mengetahui ukuran produk.
Bagaimana Jika Supplier Tidak Memberikan Ukuran Packing?
Tidak semua supplier memberikan informasi lengkap. Jika informasi belum tersedia, Anda dapat meminta foto packing atau menanyakan perkiraan ukuran karton. Untuk pembelian dalam jumlah besar, sebaiknya jangan langsung melakukan checkout sebelum mendapatkan gambaran mengenai volume. Hal ini penting karena ukuran barang dapat memengaruhi perhitungan modal.
Bayangkan Anda membeli produk dengan harga murah, tetapi ternyata membutuhkan ruang cargo jauh lebih besar dari perkiraan. Biaya pengiriman kemudian membuat margin keuntungan menjadi terlalu tipis. Dengan melakukan estimasi sejak awal, Anda bisa mempertimbangkan kembali jumlah pembelian atau metode pengiriman.
Kesalahan Umum Saat Menghitung CBM
1. Lupa Mengubah Centimeter ke Meter
Ini merupakan kesalahan paling umum. Jika menggunakan rumus dalam meter, semua ukuran harus dikonversikan terlebih dahulu.
2. Menggunakan Ukuran Produk
Ukuran produk belum tentu sama dengan ukuran setelah packing. Untuk estimasi cargo, perhatikan ukuran kemasan akhir.
3. Hanya Menghitung Satu Kardus
Jika jumlah kardus lebih dari satu, total volume harus dikalikan dengan jumlah karton.
4. Tidak Memperhatikan Kardus Berbeda Ukuran
Jika ukuran kartus berbeda, hitung masing-masing kelompok terlebih dahulu.
5. Menganggap CBM Sama dengan Tarif
CBM merupakan satuan volume, bukan harga. Tarif cargo tetap harus dikonfirmasi berdasarkan layanan dan kondisi pengiriman.
Tips Menghitung CBM dengan Lebih Akurat
Agar tidak salah memperkirakan volume, biasakan membuat tabel sederhana.
| Kardus | Ukuran | Jumlah | CBM | Total CBM |
| A | 60×40×50 cm | 10 | 0,12 | 1,20 |
| B | 80×50×40 cm | 5 | 0,16 | 0,80 |
| C | 50×40×30 cm | 10 | 0,06 | 0,60 |
| D | 50×40×20 cm | 10 | 0,04 | 0.40 |
Dengan tabel seperti ini, Anda dapat mengetahui volume total dengan lebih mudah. Data tersebut juga dapat digunakan ketika berkonsultasi dengan WX Cargo mengenai pilihan pengiriman.
Bisa Hemat Biaya dengan Mengatur Packing?
Bisa saja, tergantung karakteristik barang. Packing yang terlalu besar dapat membuat volume meningkat. Namun, jangan sampai mengecilkan kemasan secara berlebihan hanya demi mengurangi CBM.
Produk tetap membutuhkan perlindungan yang memadai.
Karena itu, tujuan packing bukan sekadar membuat ukuran sekecil mungkin, tetapi mencari keseimbangan antara perlindungan barang dan efisiensi ruang.
Jika diperlukan, Anda dapat mempertimbangkan layanan repacking dari WX Cargo untuk menyesuaikan kemasan dengan kebutuhan pengiriman.
CBM dan Konsolidasi Barang
Importir yang membeli dari beberapa supplier dapat mempertimbangkan konsolidasi.
Misalnya Anda membeli:
- Supplier A: 0,4 CBM
- Supplier B: 0,3 CBM
- Supplier C: 0,5 CBM
Total:
1,2 CBM
Daripada mengatur setiap pesanan secara terpisah, barang dapat dikumpulkan terlebih dahulu di gudang China. Melalui gudang konsolidasi WX Cargo, barang dari beberapa supplier dapat dikumpulkan sebelum proses pengiriman ke Indonesia. Konsolidasi juga membantu importir mendapatkan gambaran total volume barang sebelum menentukan metode pengiriman.
FAQ
Apa itu CBM dalam cargo?
CBM atau Cubic Meter adalah satuan untuk mengukur volume barang dalam meter kubik. Perhitungannya menggunakan panjang, lebar, dan tinggi kemasan.
Bagaimana rumus menghitung CBM?
Kalikan panjang × lebar × tinggi dalam satuan meter. Jika menggunakan centimeter, hasil perkalian dibagi 1.000.000.
Apakah CBM sama dengan berat?
Tidak. CBM mengukur volume, sedangkan berat menunjukkan massa barang dalam kilogram.
Apakah ukuran produk atau kardus yang digunakan?
Untuk estimasi pengiriman, sebaiknya gunakan ukuran kemasan final karena itulah ruang yang sebenarnya dibutuhkan dalam proses logistik.
Apakah CBM menentukan biaya sea cargo?
CBM dapat menjadi salah satu faktor dalam perhitungan, tetapi tarif aktual dapat dipengaruhi berbagai faktor lain. Konfirmasi tarif berdasarkan barang dan tujuan pengiriman.
Bagaimana jika membeli dari banyak supplier?
Anda dapat menghitung volume masing-masing supplier terlebih dahulu, kemudian menjumlahkannya. Konsolidasi juga dapat menjadi pilihan untuk mengelola barang dari beberapa supplier.
Kesimpulan
CBM merupakan hal penting yang perlu dipahami sebelum melakukan pengiriman barang dari China, terutama jika menggunakan sea cargo. Cara menghitungnya sebenarnya sederhana. Anda hanya perlu mengetahui panjang, lebar, dan tinggi barang setelah packing, kemudian mengalikannya dan mengonversikan hasilnya ke meter kubik.
Namun, yang perlu diperhatikan bukan hanya rumusnya. Importir juga perlu memastikan ukuran yang digunakan merupakan ukuran packing aktual, menghitung seluruh kardus, serta memperhatikan berat barang secara bersamaan. Dengan mengetahui estimasi CBM sebelum melakukan pembelian, Anda bisa memperkirakan kebutuhan ruang, menghitung modal dengan lebih realistis, dan memilih metode pengiriman yang lebih sesuai.
WX Cargo dapat membantu kebutuhan pengiriman barang dari China ke Indonesia melalui berbagai pilihan layanan, termasuk sea cargo, air cargo, konsolidasi, dan repacking. Jika Anda membeli dari banyak supplier, layanan gudang konsolidasi WX Cargo juga dapat membantu mengumpulkan barang sebelum dikirim ke Indonesia.
Pada akhirnya, jangan hanya bertanya “Berapa harga barangnya?” ketika membeli dari China. Tanyakan juga “Berapa ukuran packing dan total CBM-nya?” Dengan mengetahui dua informasi tersebut sejak awal, Anda dapat membuat perhitungan biaya impor dan rencana bisnis dengan lebih matang.



