RMB dan CNY, Apa Bedanya?

Masih Bingung dengan Istilah RMB dan CNY?

Saat pertama kali melakukan impor dari China, banyak importir maupun pelaku jastip menemukan istilah RMB dan CNY pada invoice, quotation, atau saat berkomunikasi dengan supplier. Tidak sedikit yang mengira keduanya merupakan mata uang yang berbeda.

Padahal, istilah tersebut sebenarnya saling berkaitan. Meski sering digunakan secara bergantian, RMB dan CNY memiliki pengertian yang sedikit berbeda. Memahami perbedaannya akan membantu Anda lebih percaya diri saat melakukan pembayaran kepada supplier maupun saat menggunakan jasa transfer RMB.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara RMB dan CNY?

Apa Itu RMB?

RMB merupakan singkatan dari Renminbi, yaitu nama resmi mata uang yang digunakan di Republik Rakyat Tiongkok.

Dalam bahasa Mandarin, Renminbi berarti “mata uang rakyat”. Istilah ini digunakan sebagai nama sistem mata uang yang diterbitkan oleh bank sentral China, yaitu People’s Bank of China.

Dengan kata lain, RMB adalah nama resmi mata uang tersebut, sama seperti “Rupiah” di Indonesia.

Apa Itu CNY?

CNY merupakan singkatan dari Chinese Yuan.

Berbeda dengan RMB yang merupakan nama mata uang, CNY adalah kode mata uang internasional (ISO 4217) yang digunakan dalam sistem perbankan, perdagangan internasional, dan transaksi keuangan lintas negara.

Kode ini berfungsi seperti:

  • IDR untuk Rupiah Indonesia.
  • USD untuk Dolar Amerika Serikat.
  • JPY untuk Yen Jepang.
  • EUR untuk Euro.

Jadi ketika Anda melihat tulisan CNY pada invoice atau sistem pembayaran internasional, yang dimaksud tetap mata uang China.

Jadi, Apa Bedanya RMB dan CNY?

Perbedaan utamanya terletak pada cara penggunaannya.

RMB (Renminbi) adalah nama resmi mata uang China.

CNY (Chinese Yuan) adalah kode internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi mata uang tersebut dalam transaksi global.

Sebagai ilustrasi, Indonesia memiliki mata uang bernama Rupiah, sedangkan dalam transaksi internasional digunakan kode IDR.

Hal yang sama juga berlaku untuk China.

  • Nama mata uang: Renminbi (RMB)
  • Kode internasional: CNY

Karena itu, jika supplier menyebut harga 100 RMB atau invoice menampilkan 100 CNY, nominal yang dimaksud pada dasarnya sama.

Mengapa Supplier Lebih Sering Menyebut RMB?

Dalam komunikasi sehari-hari, supplier di China umumnya menggunakan istilah RMB karena istilah tersebut lebih umum digunakan oleh masyarakat setempat.

Contohnya:

“Harga produk ini 200 RMB.”

Istilah tersebut terdengar lebih alami dibanding menyebut “200 CNY”. Sebaliknya, ketika transaksi dilakukan melalui bank, sistem pembayaran internasional, atau aplikasi keuangan, Anda lebih sering menemukan kode CNY. Keduanya merujuk pada mata uang yang sama.

Mengapa Importir Perlu Memahami Perbedaan Ini?

Meskipun terlihat sederhana, memahami istilah RMB dan CNY dapat membantu menghindari kesalahpahaman saat bertransaksi.

Misalnya, ketika supplier mengirim invoice dalam CNY sementara Anda terbiasa menggunakan istilah RMB, Anda tidak perlu khawatir karena nilai mata uang yang dimaksud tetap sama. Selain itu, pemahaman ini juga memudahkan komunikasi dengan supplier maupun penyedia jasa pembayaran.

Apakah Nilai RMB dan CNY Berbeda?

Jawabannya tidak.

Nilai tukarnya sama karena CNY hanyalah kode internasional untuk mata uang Renminbi.

Sebagai contoh:

* Harga produk: 500 RMB.

* Invoice bank: 500 CNY.

Nominal pembayaran tetap sama. Yang berubah hanyalah istilah yang digunakan.

Mengapa Invoice Menggunakan CNY?

Sebagian besar invoice internasional dibuat menggunakan standar kode mata uang internasional.Karena itu, Anda akan lebih sering menemukan tulisan:

  • CNY
  • USD
  • EUR
  • JPY

Penggunaan kode tersebut bertujuan menghindari kesalahan identifikasi mata uang dalam transaksi lintas negara.

Apakah Marketplace China Menggunakan RMB atau CNY?

Jika Anda sering berbelanja melalui platform seperti 1688, Taobao, atau Tmall, Anda mungkin akan menemukan kedua istilah tersebut.

Pada tampilan harga produk, sebagian besar seller menyebut harga dalam RMB. Namun, pada sistem pembayaran atau laporan transaksi, beberapa platform menggunakan kode CNY. Hal ini merupakan praktik yang normal dan tidak memengaruhi nilai pembayaran.

Bagaimana Jika Ingin Membayar Supplier dari Indonesia?

Sebagian besar supplier di China menerima pembayaran dalam mata uang RMB. Bagi importir Indonesia yang belum memiliki rekening bank di China, pembayaran biasanya dapat dilakukan melalui layanan transfer RMB.

Melalui layanan ini, pelanggan melakukan pembayaran dalam rupiah sesuai kurs yang berlaku. Selanjutnya, dana diteruskan kepada supplier dalam mata uang RMB sehingga mereka dapat menerima pembayaran sesuai nominal yang disepakati.

Cara ini menjadi solusi yang praktis bagi pelaku impor maupun bisnis jastip yang rutin melakukan transaksi dengan supplier di China.

Kesalahan yang Sering Terjadi Karena Salah Memahami Istilah

Walaupun RMB dan CNY merujuk pada mata uang yang sama, masih ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh importir pemula.

Mengira RMB dan CNY Berbeda

Banyak orang menganggap RMB dan CNY adalah dua mata uang yang berbeda sehingga ragu saat menerima invoice. Padahal, keduanya mengacu pada mata uang yang sama.

Salah Menghitung Kurs

Pastikan selalu menggunakan kurs terbaru saat melakukan pembayaran. Jangan hanya berpatokan pada kurs lama karena nilai tukar dapat berubah setiap hari.

Tidak Memastikan Nominal pada Invoice

Sebelum melakukan pembayaran, cocokkan kembali nominal pada invoice dengan jumlah yang akan ditransfer agar tidak terjadi kekurangan pembayaran.

Bagaimana WX Cargo Membantu Pembayaran ke Supplier China?

Selain melayani pengiriman barang dari China ke Indonesia, WX Cargo juga menyediakan layanan transfer RMB untuk membantu pelanggan melakukan pembayaran kepada supplier di China.

Layanan ini dapat digunakan untuk pembayaran kepada supplier, pabrik, maupun pembelian melalui marketplace seperti 1688 dan Taobao. Dengan proses yang lebih praktis, pelanggan tidak perlu melakukan transfer internasional secara mandiri sehingga pembayaran dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.

Kesimpulan

RMB dan CNY sebenarnya bukan dua mata uang yang berbeda. RMB (Renminbi) adalah nama resmi mata uang China, sedangkan CNY (Chinese Yuan) adalah kode internasional yang digunakan dalam sistem perbankan dan transaksi global.

Memahami perbedaan istilah ini dapat membantu importir, reseller, maupun pelaku jastip berkomunikasi dengan supplier secara lebih percaya diri dan menghindari kesalahpahaman saat melakukan pembayaran.

Jika Anda rutin melakukan pembelian dari China, menggunakan layanan transfer RMB yang terpercaya juga dapat menjadi solusi untuk mempermudah proses pembayaran kepada supplier.

Related Posts