Apa Itu Incoterms dalam Perdagangan Internasional?

Ketika membeli barang dari supplier China, importir biasanya langsung fokus pada satu hal: berapa harga produknya? Padahal, harga produk bukan satu-satunya hal yang menentukan berapa biaya yang harus dikeluarkan sampai barang tiba di Indonesia.

Ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: siapa yang menanggung biaya pengiriman, siapa yang bertanggung jawab ketika barang sudah dikirim, dan siapa yang mengurus proses tertentu dalam perjalanan barang? Hal-hal tersebut berkaitan dengan Incoterms.

Bagi importir yang mulai melakukan transaksi dengan supplier dari luar negeri, memahami Incoterms dapat membantu menghindari kesalahpahaman mengenai pembagian biaya dan tanggung jawab.

Istilah seperti EXW, FOB, CIF, dan DDP mungkin sering muncul ketika berkomunikasi dengan supplier China. Namun, masing-masing memiliki arti dan konsekuensi yang berbeda.

Apa Itu Incoterms?

Incoterms adalah singkatan dari International Commercial Terms. Incoterms merupakan seperangkat aturan yang digunakan dalam perdagangan internasional untuk menjelaskan pembagian tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam proses pengiriman barang. Aturan ini diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC).

Secara sederhana, Incoterms membantu menjawab beberapa pertanyaan penting dalam transaksi internasional:

  • Siapa yang mengatur pengiriman?
  • Siapa yang membayar biaya tertentu?
  • Kapan risiko barang berpindah dari penjual ke pembeli?
  • Siapa yang mengurus proses tertentu dalam pengiriman?

Hal yang perlu dipahami adalah Incoterms tidak menentukan harga produk, metode pembayaran, atau seluruh isi kontrak jual beli. Incoterms lebih berfokus pada pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko dalam proses pengiriman barang. Karena itu, importir perlu memahami istilah yang digunakan supplier sebelum menyepakati transaksi.

Kenapa Importir Perlu Memahami Incoterms?

Bayangkan seorang importir menemukan supplier China yang menawarkan harga produk RMB 20 per unit. Supplier kemudian mengatakan bahwa harga tersebut menggunakan skema EXW. Importir yang belum memahami EXW mungkin menganggap RMB 20 merupakan harga yang sudah mencakup seluruh proses sampai barang dikirim. Padahal belum tentu. Dalam transaksi internasional, harga yang terlihat di awal bisa memiliki cakupan biaya yang berbeda tergantung pada Incoterms yang digunakan. Inilah alasan Incoterms penting. Tanpa memahami ketentuannya, importir bisa salah memperkirakan total biaya atau mengira supplier bertanggung jawab atas proses yang sebenarnya menjadi tanggung jawab pembeli.

Apa Itu EXW?

EXW adalah singkatan dari Ex Works. Dalam skema EXW, tanggung jawab penjual relatif minimal. Penjual pada dasarnya menyediakan barang di lokasi yang telah ditentukan, misalnya gudang atau fasilitas supplier. Setelah itu, pembeli menanggung berbagai proses berikutnya sesuai dengan ketentuan transaksi.

Gambaran sederhananya:

Supplier China → barang tersedia di lokasi supplier → proses berikutnya menjadi tanggung jawab pembeli.

Bagi importir, EXW dapat terlihat menarik karena harga barang yang ditawarkan supplier mungkin lebih rendah. Namun, harga tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai biaya akhir. Importir perlu memperhitungkan biaya untuk mengambil barang dari supplier, pengiriman domestik di China, dan proses logistik berikutnya. Karena itu, harga EXW perlu dilihat bersama biaya lain agar importir mengetahui total biaya yang sebenarnya.

Apa Itu FOB?

FOB adalah singkatan dari Free On Board.

FOB umumnya digunakan dalam pengiriman melalui laut dan memiliki ketentuan tertentu mengenai titik perpindahan risiko serta pembagian biaya antara penjual dan pembeli. Secara sederhana, supplier bertanggung jawab atas proses tertentu sampai barang dimuat ke kapal di pelabuhan yang disepakati. Setelah titik tersebut, tanggung jawab dan risiko tertentu berpindah kepada pembeli sesuai ketentuan FOB.

Contohnya, supplier menawarkan:

Harga produk FOB Guangzhou

Artinya, angka tersebut tidak sekadar menunjukkan harga barang. Ada pembagian tanggung jawab tertentu yang perlu dipahami berdasarkan lokasi dan ketentuan transaksi. Importir tetap perlu mengetahui biaya apa saja yang belum termasuk dalam harga tersebut. Jangan sampai importir melihat harga FOB lalu menganggap barang sudah termasuk seluruh biaya sampai gudang di Indonesia.

Apa Itu CIF?

CIF merupakan singkatan dari Cost, Insurance and Freight. Dalam skema CIF, harga mencakup biaya barang, freight atau pengangkutan, serta asuransi sampai pelabuhan tujuan yang disepakati. Namun, CIF juga memiliki batasan tanggung jawab yang perlu dipahami. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap CIF berarti barang sudah sampai dan seluruh proses di negara tujuan sudah selesai. Padahal tidak demikian. Biaya dan tanggung jawab setelah titik tertentu masih dapat menjadi bagian dari kewajiban pembeli sesuai ketentuan transaksi. Karena itu, importir tidak sebaiknya hanya melihat tulisan “CIF Indonesia” tanpa memahami pelabuhan tujuan dan biaya apa saja yang masih harus dibayarkan setelah barang tiba.

Apa Itu DDP?

DDP adalah singkatan dari Delivered Duty Paid.

Dalam skema ini, penjual memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan beberapa skema lainnya, termasuk mengatur pengiriman sampai tempat tujuan yang disepakati dan memenuhi kewajiban tertentu terkait impor sesuai aturan DDP. Karena cakupan tanggung jawab penjual lebih besar, harga DDP biasanya perlu dilihat dalam konteks keseluruhan layanan yang diberikan. Bagi pembeli, DDP bisa terlihat lebih sederhana karena lebih banyak proses ditangani oleh penjual. Namun, importir tetap perlu memastikan dengan jelas apa yang termasuk dalam penawaran tersebut, lokasi tujuan, dokumen, pajak atau bea yang berlaku, serta apakah skema tersebut sesuai dengan kebutuhan transaksi dan aturan yang berlaku.

Perbedaan EXW, FOB, CIF, dan DDP

Secara sederhana, keempat istilah tersebut dapat dipahami sebagai skema dengan pembagian tanggung jawab yang berbeda.

EXW
Tanggung jawab penjual relatif paling minimal. Pembeli mengambil alih lebih banyak proses sejak barang tersedia di lokasi supplier.

FOB
Digunakan terutama untuk pengiriman laut dan membagi tanggung jawab berdasarkan titik tertentu dalam proses pengiriman, termasuk saat barang dimuat ke kapal.

CIF
Harga mencakup cost, insurance, dan freight sampai pelabuhan tujuan yang disepakati, tetapi bukan berarti seluruh proses sampai gudang pembeli sudah selesai.

DDP
Penjual memiliki tanggung jawab yang lebih luas hingga tujuan yang disepakati, termasuk kewajiban tertentu terkait impor sesuai ketentuan DDP. Yang perlu diperhatikan adalah Incoterms bukan sekadar label harga. Setiap istilah memiliki konsekuensi terhadap biaya, tanggung jawab, dan risiko.

Jangan Membandingkan Harga Supplier Hanya dari Angkanya

Ini salah satu alasan Incoterms penting bagi importir.

Misalnya:

Supplier A menawarkan harga USD 10 dengan EXW.

Supplier B menawarkan harga USD 11 dengan FOB.

Sekilas supplier A terlihat lebih murah. Namun, belum tentu demikian setelah seluruh biaya diperhitungkan. Supplier A mungkin masih membutuhkan biaya tambahan untuk mengambil barang dari lokasi supplier dan membawa barang menuju titik pengiriman. Sementara supplier B sudah memiliki cakupan biaya tertentu sampai titik yang berbeda. Jadi, membandingkan USD 10 dan USD 11 secara langsung belum tentu memberikan gambaran yang benar. Importir perlu membandingkanpenawaran berdasarkan cakupan biaya dan tanggung jawab yang sama.

Incoterms dan Risiko Barang

Selain biaya, Incoterms juga berkaitan dengan risiko.

Ini penting karena ada perbedaan antara:

“Siapa yang membayar?”

dan

“Siapa yang menanggung risiko?”

Keduanya tidak selalu berpindah pada titik yang sama. Misalnya, sebuah transaksi sudah menentukan titik perpindahan risiko tertentu. Setelah melewati titik tersebut, kerusakan atau kehilangan barang dapat menjadi tanggung jawab pihak lainnya sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Karena itu, importir perlu memahami kapan risiko berpindah, bukan hanya siapa yang membayar biaya transportasi. Hal ini juga menjadi alasan mengapa kontrak, dokumen transaksi, dan ketentuan Incoterms perlu diperiksa sebelum melakukan pembelian.

Apakah Incoterms Menentukan Semua Biaya Impor?

Tidak.

Incoterms membantu menentukan pembagian biaya dan tanggung jawab tertentu, tetapi bukan berarti seluruh komponen biaya impor otomatis tercakup. Importir tetap perlu memperhitungkan biaya lain yang mungkin muncul berdasarkan transaksi dan metode pengiriman yang digunakan.

Misalnya:

  • Harga barang
  • Pengiriman domestik di China
  • Freight internasional
  • Asuransi jika berlaku
  • Biaya penanganan
  • Proses clearance
  • Pajak atau pungutan sesuai ketentuan
  • Pengiriman domestik di Indonesia
  • Biaya lain yang relevan

Karena itu, penggunaan Incoterms sebaiknya menjadi salah satu bagian dari perhitungan biaya impor secara keseluruhan.

Bagaimana Memilih Incoterms yang Tepat?

Tidak ada satu Incoterms yang otomatis paling baik untuk semua importir. Pilihan bergantung pada jenis transaksi, kemampuan mengelola logistik, metode pengiriman, lokasi supplier, tujuan barang, serta kesepakatan antara penjual dan pembeli. Importir yang sudah memiliki pengalaman dan jaringan logistik mungkin lebih nyaman menggunakan skema tertentu karena dapat mengatur proses pengiriman sendiri. Sementara importir pemula mungkin membutuhkan skema dengan pembagian tanggung jawab yang lebih sederhana. Yang paling penting adalah memahami apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam setiap penawaran. Jangan memilih hanya karena harga awal terlihat paling murah.

Bagaimana WX Cargo Membantu Importir?

Memahami Incoterms merupakan salah satu bagian dari proses perencanaan impor. Setelah memahami pembagian tanggung jawab dengan supplier, importir juga perlu memastikan proses logistik dari China ke Indonesia dapat berjalan sesuai kebutuhan.

WX Cargo membantu proses pengiriman barang dari China ke Indonesia, termasuk layanan cargo dan proses clearance. Dalam praktiknya, pemahaman terhadap skema transaksi supplier dapat membantu importir menentukan proses logistik yang perlu dipersiapkan. Misalnya, ketika supplier memberikan penawaran dengan skema tertentu, importir dapat lebih mudah mengidentifikasi bagian mana yang masih perlu diatur sendiri dan bagian mana yang sudah menjadi tanggung jawab supplier. Dengan begitu, komunikasi antara importir, supplier, dan pihak logistik dapat menjadi lebih jelas. Bagi importir yang masih baru, memahami istilah seperti EXW, FOB, CIF, dan DDP juga dapat membantu ketika berdiskusi mengenai pengiriman barang dari China.

Hal yang Perlu Ditanyakan Sebelum Deal dengan Supplier

Sebelum menyetujui transaksi, jangan hanya bertanya:

“Berapa harga per pcs?”

Beberapa informasi yang sebaiknya dikonfirmasi antara lain:

  • Incoterms apa yang digunakan?
  • Harga tersebut berlaku sampai lokasi mana?
  • Biaya apa saja yang sudah termasuk?
  • Biaya apa yang belum termasuk?
  • Siapa yang mengatur pengiriman?
  • Kapan risiko barang berpindah?
  • Siapa yang bertanggung jawab atas proses tertentu?
  • Pelabuhan atau lokasi pengiriman yang digunakan?
  • Apakah ada biaya tambahan yang perlu dipersiapkan?

Semakin jelas informasi tersebut sejak awal, semakin kecil kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman setelah transaksi berjalan.

Kesimpulan

Incoterms merupakan bagian penting dalam perdagangan internasional karena membantu menentukan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli.

Bagi importir yang membeli produk dari China, memahami istilah seperti EXW, FOB, CIF, dan DDP dapat membantu membaca penawaran supplier dengan lebih tepat.

EXW memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada pembeli sejak barang tersedia di lokasi supplier. FOB memiliki titik pembagian tanggung jawab tertentu dalam pengiriman, terutama untuk transportasi laut. CIF mencakup biaya, freight, dan asuransi sampai pelabuhan tujuan yang disepakati, sedangkan DDP memberikan tanggung jawab yang lebih luas kepada penjual sampai tujuan sesuai ketentuannya.

Namun, importir tetap perlu melihat keseluruhan transaksi. Harga yang terlihat paling murah belum tentu menghasilkan biaya akhir paling rendah jika cakupan biayanya berbeda. Sebelum melakukan transaksi, pastikan Incoterms, lokasi tujuan, biaya yang termasuk, biaya yang belum termasuk, serta pembagian risiko sudah dipahami dengan jelas. Dengan memahami Incoterms sejak awal, importir dapat membuat perhitungan biaya dan rencana logistik dengan lebih matang.

Pada akhirnya, dalam perdagangan internasional, memahami harga barang saja belum cukup. Importir juga perlu memahami di mana tanggung jawab dimulai, di mana berakhir, dan biaya apa saja yang muncul di sepanjang perjalanan barang.

Related Posts